Friday, May 18, 2007

Calon Tidak Bisa Pertanggungjawabkan Makalah

Seleksi Hakim Agung
JAKARTA - Salah satu calon hakim agung, Satri Rusyad, gagal mempertanggungjawabkan isi makalah yang dibuatnya. Ia bahkan tak mampu menerjemahkan kutipan atau catatan kaki yang diambil penulis dari buku An Introduction to American Law yangditulis Lawrence M Friedman.
“Tolong terjemahkan catatan kaki nomor 19 halaman yang ada di makalah saudara,” ujar Prof Chatamarrasjid, saat mewawancarai Satri Rusyad.

Setelah beberapa saat berusaha, Satri Rusyad akhirnya mengaku tidak fasih berbahasa Inggris.
Chatamarrasjid juga minta agar Satri menjelaskan isi buku Friedman mengenai hubungan antara unsur sistem hukum dengan sebuah mobil. Lagi-lagi Satri mengatakan tidak membaca buku secara keseluruhan.

Chatamarrasajid juga menanyakan apakah pernah baca buku Money Laundering karangan Yenti Ganarsih. Satri Rusyad mengaku membaca tetapi tidak semua. Ia kembali dicecar, buku itu hasil tesis atau skripsi. Satri mengatakan “Sepengetahuan saya itu ya buku”.

Chatamarrasjid kemudian menanyakan tentang sejarah istilah money laundering. Satri mengaku tidak mengetahui. Ia juga tidak membaca meski penjelasan mengenai hal tersebut sebenarnya ada di dalam buku Yenti Ganarsih.

Di dalam makalah tentang korupsi dan ilegal logging itu, Satri memuat dua buku tersebut di dalam daftar pustaka. Makalah tersebut juga memuat banyak sekali kutipan berbahasa Inggris baik kutipan langsung maupun di dalam catatan kaki. Setiap lembar terdapat dua atau tiga kutipan langsung bahasa Inggris.

Satri mengakui bahwa makalah tersebut dibuatnya sendiri dengan dibantu teman-teman di kantor dan juga anaknya. Ia dibantu terutama dalam pembuatan catatan kaki karena pada saat dia kuliah, model makalah seperti itu tidak ada.

Satri Rusyad juga dikonfirmasi mengenai proses promosi dan mutasi apakah melalui rapat pimpinan atau tidak. Satri mengatakan bahwa TPM dilakukan sesuai rapat. Hanya saja di dalam surat keputusan yang dikeluarkan terkadang yang bersangkutan ditempatkan di kota yang berbeda.

Sementara itu calon lain yang berasal dari akademisi Prof Dr Sudjito dari Universitas Gadjah Mada menolak menjawab pertanyaan-pertanyaan yang bersifat hapalan. Saat ditanya tentang hukum korporasi, ia mengaku tidak tahu dan tidak bersedia menjawab pertanyaan yang bersifat legalistik.

2 Comments:

Blogger Tanya said...

Assalamu'alaikum...
Kebenaran Hanya Milik Alloh...
Sesuai Dengan Alqur'an & Assunnah

Siapa Saja Yang Menyerukan Kebenaran
Berdasarkan Alqur'an & Assunnah...
Itu Wajib Kita Terima...

Dan Siapa Saja Yang Menyerukan
Kebenaran tak Berdasarkan Alqur'an & Assunnah, Wajib Kita tolak...

Seperti Ahmadiyah,JIL,AKKBB,Gusdur,dll.
Mereka Harus Dibumi Hanguskan karena tak berdasarkan Alqur'an & Assunnah...

Mereka Tlah Mencoreng & Menyesatkan Umat Islam...!!!!

Wajib Hukumnya...
Perangi & Bunuh Apabila Tidak Mau Bertobat...!!!

by : Juba Islam
di www.islamjuba.wordpress.com

2:11 AM  
Blogger Tanya said...

Assalamu'alaikum...
Kebenaran Hanya Milik Alloh...
Sesuai Dengan Alqur'an & Assunnah

Siapa Saja Yang Menyerukan Kebenaran
Berdasarkan Alqur'an & Assunnah...
Itu Wajib Kita Terima...

Dan Siapa Saja Yang Menyerukan
Kebenaran tak Berdasarkan Alqur'an & Assunnah, Wajib Kita tolak...

Seperti Ahmadiyah,JIL,AKKBB,Gusdur,dll.
Mereka Harus Dibumi Hanguskan karena tak berdasarkan Alqur'an & Assunnah...

Mereka Tlah Mencoreng & Menyesatkan Umat Islam...!!!!

Wajib Hukumnya...
Perangi & Bunuh Apabila Tidak Mau Bertobat...!!!

by : Juba Islam
di www.islamjuba.wordpress.com

2:11 AM  

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home