Sunday, August 13, 2006

Heathrow Dijaga Ketat

LONDON - Suasana resah mewarnai Bandar Udara Heathrow, London, Inggris, Kamis (10/8). Ratusan calon penumpang terancam tak berangkat. Pihak bandara memberlakukan ketentuan baru, para calon penumpang dilarang membawa tas tangan. Ini dilakukan menyusul terungkapnya rencana penyelundupan bom dalam penerbangan ke luar Inggris menuju Amerika Serikat.

Selain tas tangan, penumpang tak diperkenankan membawa telepon seluler (ponsel) dan cairan dalam bentuk apa pun kecuali susu bayi ke dalam kabin. Calon penumpang pun harus melalui pemeriksaan berlapis sebelum menaiki pesawat. Pihak bandara juga mengingatkan akan adanya penangguhan penerbangan secara besar-besaran.

Ketentuan ini diberlakukan untuk mengantisipasi serangan teroris di dalam pesawat. Beberapa jam sebelumnya, Kepolisian Inggris berhasil mengungkap rencana serangan teroris dengan cara menyelundupkan bom di dalam pesawat rute Inggris-AS.(TOZ)


Inggris Gagalkan Rencana Teroris Ledakkan Sejumlah Pesawat

LONDON - Polisi Inggris berhasil menggagalkan rencana untuk meledakkan pesawat di udara dalam penerbangan antara Inggris dan Amerika Serikat (AS) dan menahan 21 orang setelah suatu penggerebekan, Kamis (10/8).

“Kami telah menggagalkan rencana para teroris untuk menyebabkan kematian dan kehancuran yang tak terhingga,” kata Wakil Kepala Kepolisian London Paul Stephenson. “Rencana ini jelas dimaksudkan untuk membunuh orang secara massal dalam skala yang tak terbayangkan.”

Inggris dan AS kini meningkatkan pengamanan, yang menyebabkan terjadinya penundaan pemberangkatan di berbagai bandara.
Rencana peledakan itu menurut perkiraan polisi akan melibatkan bom “kimia cair”.

“Polisi bekerjasama dengan dinas keamanan M15 yang kini mengusut rencana tersebut,” kata Menteri Dalam Negeri John Reid.

Jurubicara Departemen Keamanan Dalam Negeri AS meningkatkan tingkat bahaya untuk semua pesawat komersial ke tingkat tinggi sementara pihak berwenang AS melarang benda-benda cair termasuk minuman dibawa oleh semua pesawat komersial.

Dinas keamanan Inggris menaikkan tingkat bahaya di negeri itu ke titik “kritis” dari “keras”, yakni tingkat bahaya tertinggi dari lima peringkat yang berarti “serangan diperkirakan akan segera terjadi”.

Badan Otoritas Bandara-Bandara Inggris (BAA) mengatakan, pihaknya meminta semua pesawat Eropa agar menangguhkan penerbangan ke bandara utama Heathrow, London di mana tindakan keamanan baru menyebabkan pembatalan-pembatalan penerbangan.

Berita itu muncul di tengah-tengah perang di Libanon dan saat PM Inggris Tony Blair berlibur di Karibia.

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home