Friday, April 28, 2006

Penggerebekan Mendahului Reformasi Hukum Imigrasi

CHICAGO - Menganggap penggerebekan imigrasi sebuah “Taktik untuk menakut-nakuti” dan dirancang untuk mengintimidasi “Pergerakan Hak Asasi Sipil yang baru,” Konsul kota Chicago hari Rabu kemarin menuntut penghentian penggerebekan menunggu proses hukum imigrasi yang baru.

26 Pekerja IFCO System di McKinley Park ditangkap minggu lalu dan dibawa ke kantor imigrasi di Broadview. Pekerja ini adalah beberapa diantara 1100 pekerja IFCO yang ditahan di seluruh negeri.

Mereka dibebaskan setelah anggota keluarga dan pemimpin gereja datang untuk menyelamatkannya.

Saya hanya berpikir tentang keluarga saya - Apa yang akan dilakukan mereka. Saya satu-satunya yang menafkahi mereka. Jika saya tidak bekerja, mereka tidak makan.” kata Ricardo Villasenor, salah satu pekerja yang ditangkap.

Bagi Anggota DPRD Danny Solis, tujuan dari penangkapan ini jelas. “Penggerebekan ini tidak hanya tidak logis. Ini strategis untuk mencoba mengintimidasi para imigran yang beberapa bulan terakhir aktif menyuarakan tuntutan mereka - mencoba mencari jawaban atas status imigrasi mereka.”

Aktivis Emma Lozano mengatakan “Sama sekali tidak masuk akal mengincar pekerja-pekerja dengan alasan pengamanan nasional karena orang-orang tersebut tidak berkaitan dengan aksi teroris 9/11 atau bentuk teroris lainnya.”
Walikota Daley juga mempertanyakan waktu penggerebekan ini, “Mengapa tiba-tiba terjadi banyak penggerebekan, kemana saja mereka 6 bulan lalu, 5 tahun lalu?”

Bahkan Warga AS dicurigai
Di Texas, seorang pekerja konstruksi bernama Manuel Mendez, tiba-tiba didatangani beberapa petugas imigrasi dan dimintai ID-nya. Karena ID dia ketinggalan, petugas tersebut mengatakan dia harus meninggalkan tempat kerjanya dan ikut bersama mereka dalam keadaan terborgol.

Ternyata Mendez adalah warganegara Amerika Serikat yang dibesarkan di kota
Austin, Texas. Setelah petugas mencari tau lewat nomor Social Security Mendez, barulah diketahui bahwa Mendez benar-benar warganegara AS.

Barbara Hines dari Klinik Imigrasi mengatakan bahwa menghentikan seseorang karena ras semata tidak legal tapi kata beberapa yang lain, dalam operasi imigrasi, memeriksa seseorang melihat dari cara berpakaian dan faktor lainnya seperti cara berbicara, aksen dan lainnya adalah legal.

Ketika petugas imigrasi memiliki hak untuk mendatangai Anda, semua orang memiliki hak untuk menolak menjawab. Hines mengatakan bahwa sulit bagi orang-orang mengerti tentang hal tersebut.

“Sangat berat untuk mengajarkan orang berkata ‘Tidak’ karena pada umumnya orang-orang secara spontan merasa harus menjawab pertanyaan atau permintaan tersebut. katanya.

Bush: Deportasi Massal tidak Realistik
IRVINE, CA - Presiden Bush mengatakan bahwa orang-orang yang menginginkan deportasi massal terhadap imigran ilegal di Amerika Serikat tidak realistik.

Bush berbicara untuk mendukung konggres yang tengah mengalami jalan buntu dalam pembahasan soal imigran gelap.

Berbicara ditengah ruangan dengan pengunjung penuh dengan pengusaha, Bush menyatakan simpati terhadap pekerja-pekerja gelap yang mempertaruhkan nyawa untuk masuk ke Amerika. Bush juga berkata bahwa AS perlu program guest worker untuk menghentikan orang-orang membayar penyelundup untuk masuk ke AS.

Demonstrasi Besar-Besaran 1 Mei
Hari 1 Mei depan, aktifis pro imigran berencana untuk menggelar demonstrasi serentak di kota-kota besar AS diantaranya Los Angeles, New York, Chicago. Diperkirakan satu juta orang akan turun ke jalan.

Tujuan demonstran ini yaitu untuk menuntut amnesti bagi imigran gelap dan memberikan tekanan untuk konggres untuk membuat keputusan yang berpihak pada imigran.
“Kami ingin Amnesti, legalisasi total kepada siapapun yang berada di negeri ini.” kata mereka.

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home