Saturday, April 22, 2006

Gubernur Negara Bagian Georgia Menandatangani Hukum Imigrasi Anti-Imigran

ATLANTA (Reuters) - Negara Bagian Georgia menyetujui aksi sweeping hari Senin kemarin untuk mengatasi masalah imigran gelap,

Gerakan ini berasal dari pemerintah negara bagian untuk mengatasi berkembangnya pekerja dan imigran gelap yang kini berjumlah 12 juta orang. Para imigran sendiri yang sebagian besar dari negara Amerika latin, menunjukkan kekuatannya dengan berdemonstrasi turun kejalan-jalan di kota-kota besar Amerika Serikat.

The Georgia Security and Immigration Compliance Act, nama hukum imigrasi Georgia, ditanda-tangani oleh Gubernur dari partai Republik, Sonny Perdue, dengan tujuan utama untuk menghindari banyaknya uang hasil pajak untuk pelayanan publik gratis yang diberikan kepada masyarakat jatuh kepada imigran gelap.

Hukum baru di Georgia ini juga memaksa para kontraktor atau pengusaha untuk menaati hukum imigrasi ini. Setiap pekerja akan diperiksa dan bila orang tersebut memiliki catatan kriminal, akan diperiksa status keimigrasiaannya dan dilaporkan kepada pihak imigrasi.

“Ini tanggungjawab kami untuk memastikan bahwa Georgia yang terkenal tidak disalahgunakan dan para pembayar pajak mendapatkan uang mereka kembali melalui pelayanan masyarakat kami.” kata Perdue.

Ratusan dan ribuan orang berdemonstrasi di beberapa kota besar untuk memperjuangkan hak imigran termasuk di Atlanta, Georgia. “Ini adalah hukum yang ketas bagi para imigran,” kata Sara Gonzales, presiden dari organisasi pengusaha asal Amerika Latin. “Masalah ini sangat rumit dan saya tidak melihat ada titik terang yang akan keluar dari hasil keputusan ini.” katanya.Chamber of Commerce.

“This is a very complicated issue, and I don’t see any good coming out of this.”

2 Comments:

Anonymous Anonymous said...

Soypecofevoft
ydpf

11:24 AM  
Anonymous Anonymous said...

Envencecilm
af5d

9:45 AM  

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home