Saturday, April 22, 2006

9 BOS & SERIBU PEKERJA GELAP DITAHAN

WASHINGTON (CNN) - Pegawai Federal Imigrasi AS memeriksa dan menahan lebih dari 1,000 imigran gelap di beberapa puluh tempat tersebar di sekitar kota New York. 9 majikan dari pekerja tersebut juga ditahan.

7 Manager dan beberapa eks-manager dari IFCO Systems, yang memiliki kantor di beberapa negara bagian AS, ditahan dan dituntut dengan masalah mempekerjakan imigran gelap dalam jumlah besar, kata seorang pengacara AS, Glenn Suddaby di Albany, New York.

Suddaby mengatakan dua orang pegawai tetap di perusahaan itu juga ditahan karena terlibat dengan kasus ini.

Aksi penggrebekan hari Rabu kemaren terhadap IFCO Systems, perusahaan besar dalam memproduksi palet kayu, kontainer kayu dan kerat kayu dilakukan untuk mewujudkan penegakkan hukum imigrasi yang lebih ketat.menjelang revisi hukum imigrasi baru.

Aksi penggerebekan ini dimulai ketika seorang pegawai imigrasi memeriksa “sampel” dari 5,800 pekerja perusahaan IFCO dan mendapati 53% dari mereka memiliki nomor Social Security yang palsu atau bermasalah.

“Mereka mengunakan nomor Social Security (SS) orang yang telah meninggal, anak-anak dan beberapa orang yang tidak bekerja di IFCO.” Kata Julie Myers, seorang agen Imigrasi.

“Administrasi Social Security telah menulis surat peringatakan kepada IFCO sebanyak 13 kali dan mengatakan kepada mereka, “Dengar, kalian memiliki masalah. Kalian mempekerjakan ribuan pekerja yang memiliki nomor sosial security yang salah atau palsu, dan kami menggangap itu masalah besar.” dan IFCO tidak melakukan respon apa-apa.” kata Myers.

Myers mengatakan penyelidikan selama setahun membuka tabir bahwa manager di perusahaan IFCO dengan sengaja mempekerjakan imigran gelap untuk keuntungan pribadi mereka..

Rancangan aturan Imigrasi yang sedang dibahas telah mengakibatkan gerakan demonstrasi pro imigran diseluruh negeri dalam beberapa minggu ini. Ratusan pelajar menegah atas melakukan aksi protes di Colorado untuk mendukung imigran gelap.

Pelanggaran hukum imigrasi ini mengakibatkan para tahanan akan di tuntut maksimal 10 tahun penjara untuk setiap imigran gelap, kata pejabat imigrasi.

IFCO Systems, adalah perusahaan berbasis di Jerman dengan kantor lebih dari 40 buah tersebar di Amerika Serikat mengeluarkan penyataan singkat rabu malam setelah aksi penggerebekan..

“IFCO Systems bangga dalam memberi kesempatan yang sama untuk para pekerja dan berkomitmen untuk membangun lingkungan kerja yang bebas dari diskriminasi.”
“Merupakan kebijakan kami untuk menyesuaikan dengan semua hukum federal dan syarat pekerja di negara ini.”

Pernyataan IFCO tidak secara langsung menjawab tuntutan imigrasi.
“Pegawai Imigrasi hari ini menyelenggarakan pengecekan terhadap latar belakang dari pekerja-pekerja di beberapa fasiltias danpabrik IFCO yang tersebar di AS.. Sampai saat ini IFCO dinilai cukup bekerjasama dengan pihak imigrasi untuk mencari jalan keluar secepatnya.”

Sumber:
Kantor Berita CNN,
Washington DC

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home