Wednesday, December 21, 2005

Dunia Humor

Paijo Punya Hape....
Si Paijo yang udik baru aja panen besar (maklum gak kena puso) pergi ke kota. Dia pengin banget beli handphone. Maka ia pergi ke counter hp.
Paijo : Mbak, saya mau beli hp.
Sales ! : Ini
Mas. Paijo :Lo, kok gak nyala?
Sales : O, ini belum ada nomor kartunya, Mas. Mas harus beli kartunya dulu.
Paijo : Ya udah, saya beli kartunya. Kasih nomor cantik ya. (idih, udik kok ngerti nomor cantik? -red) Setelah itu pulanglah si Paijo ke kampungnya, tapi dia heran kok gak bisa dipake tuh hp, mak besoknya ia datangi lagi sales tokonya.
Paijo : Kamu ini gimana, kok hp ini gak bisa dipake di kampung saya?
Sales : O, itu karena di kampung Mas belum ada sinyal.
Paijo : La, situ kok nggak bilang kemarin. Ya udah saya beli sinyalnya sekalian, jualan kok sendiri-sendiri gitu.

Benar-benar tragedi
Suatu hari, seorang ibu mengantar anaknya yang baru berusia 5 tahun,naik bis jurusan Surabaya-Denpasar.Ibu berpesan pada pak supir,” Pak, titip anak saya ya?
Nanti kalo sampe di Banyuwangi, tolong kasih tau anak saya.”
Sepanjang perjalanan, si anak cerewet sekali.
Sebentar-sebentar ia bertanya pada penumpang,” Udah sampe Banyuwangi belom?” Hari mulai malam dan anak itu masih terus bertanya-tanya.

Penumpang yang satu menjawab,” Belom, nanti kalo sampe dibangunin deh! Tidur aja!” Tapi si anak tidak mau diam, dia maju ke depan dan bertanya pada supir untuk kesekian kalinya,”
Pak,udah sampe Banyuwangi belom?” Pak Supir yang sudah lelah dengan pertanyaan itu menjawab,” Belom! Tidur aja deh! Nanti kalo sampe Banyuwangi pasti dibangunin!”

Kali ini, si anak tidak bertanya lagi, ia tertidur pulas sekali. Karena suara si anak tidak terdengar lagi, semua orang di dalam bis lupa pada si anak, sehingga ketika melewati Banyuwangi, tidak ada yang membangunkannya. Bahkan sampai menyeberangi selat Bali dan sudah mendarat di Ketapang,Bali, si anak tertidur dan tidak bangun-bangun.

Tersadarlah si supir bahwa ia lupa membangunkan si anak. Lalu ia bertanya pada para penumpang,” Bapak-ibu, gimana nih, kita anter balik gak anak ini?” Para penumpang pun merasa bersalah karena ikut melupakan si anak dan setuju mengantar si anak kembali ke Banyuwangi.
Maka kembalilah rombongan bis itu menyeberaangi Selat Bali dan mengantar si anak ke Banyuwangi.
Sesampai di Banyuwangi, si anak dibangunkan. “Nak!

Udah sampe Banyuwangi! Ayo bangun” Kata si supir. Si anak bangun dan berkata,”
O udah sampe ya!” Lalu membuka tasnya dan mengeluarkan kotak makanannya.
Seluruh penumpang bingung.

“Bukannya kamu mau turun di Banyuwangi?” Tanya si supir kebingungan.
“Nggak.. kata mama, kalo udah sampe Banyuwangi, saya boleh makan nasi kotaknya!”si sopir dan penumpang lainnya geram dan gemas


Ngantar Ayam
Seorang tukang ojek yg agak sedikit lemot sedang disuruh oleh juragan ayam untuk mengantar ayam-ayamnya yang masih hidup sebanyak 10 ekor kepada langganannya...
Juragan Ayam : “Tolong antar ayam-ayam ini ke alamatnya!” (Sambil menyerahkan sebuah kertas berisi alamat ke tukang ojek)
Tukang Ojek : “Oke boss...”
Setelah itu tukang ojek tersebut langsung
berangkat ke tempat tujuan, tapi tiba-tiba di tengah perjalanan dia kehilangan keseimbangan, kemudian dia terjatuh bersama motornya dan berhamburan serta berlarianlah ayam-ayam yang dia bawa. Anehnya dia malah ketawa, sentak orang-orang disekitarnya kaget kemudian bertanya, “Pak! Ayamnya lari kok malah ketawa-ketawa???”.
Tukang ojek itu menjawab sambil tertawa
terpingkal-pingkal, “Goblok tuch ayam malah pergi sendiri, jelas-jelas alamatnya ada pada saya...”.

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home